Midnight in Hollywood #2
Photos by Claudia Dian
AMN Gigs #4 Review
Text: Risyad Tabattala | Photos: Claudia Dian
Selasa (6/12) kemarin, A Zone Music Network Gigs (AMN Gigs) telah menginjak edisi yang ke empat. Tetap bertempat di Hard Rock Cafe Jakarta, malam itu Darryl Wezy, Stars and Rabbit, Bite, The Painkillers, serta Aksiterror tampil sebagai pengisi acara malam itu mengikuti belasan musisi lain yang sudah tampil pada AMN gigs edisi yang terdahulu.
Dari bisik-bisik penonton, saya tau ternyata malam itu adalah penampilan di atas panggung pertama untuk Darryl Wezy. Jadi wajar mereka tampak masih malu-malu kucing saat menjadi membuka panggung malam itu. Stars and Rabbit menjadi penampil setelahnya. Ini juga kali pertama saya menyaksikan Stars and Rabbit, setelah seminggu sebelumnya menyimak musik mereka via internet. Menjadi kontras malam itu melihat gitaris Adi Widodo yang tampil kalem, sementara sang vokalis Elda Suryani tampil begitu atraktif malam itu. Saya curiga jangan-jangan sang vokalis menenggak pestisida sebelum naik panggung, saking ekspresifnya. Meski begitu, senyawa mereka tetaplah berkualitas juara. Menyenangkan melihat Stars and Rabbit malam itu. Saat mereka turun panggung, saya pikir mereka bisa menjadi sesuatu yang besar dalam beberapa waktu mendatang. Miniatur Janis Joplin versi menggemaskan telah datang.
Bite menjadi aksi yang ketiga malam itu. Juga menyenangkan rasanya melihat mereka kembali untuk pertamakalinya dalam setahun kebelakang. Sayang (entah atau saya melewatkannya saat beberapa saat pergi ke toilet), “Tiba-Tiba Hamil” tidak saya temukan dalam penampilan mereka malam itu. Tapi mereka tetaplah enerjik di atas panggung. Jika kaum adam punya Jimi Multhazam sebagai pengibas panggung paling wahid, kaum hawa sangatlah bisa untuk menunjuk Rebecca sebagai wakil mereka.
Secara visual, The Painkillers punya racun maut dalam sosok vokalis/gitaris mereka. Dengan sedikit pembenahan dalam bernyanyi, gadis ini punya potensi untuk menjadi rock chick yang sesungguhnya sekaligus membimbing tiga personel The Painkillers yang lain untuk tampil lebih garang seperti yang seharusnya. Unit hardcore bertenaga kuda bernama Aksiterror menjadi suguhan penutup malam itu. Riff berat bertempo sedang ala Iommi beberapa kali muncul dalam rentang sekitar empat puluh ditimpali gonggongan sang vokalis yang tiada lelah meski jarum jam telah memasuki tengah malam, cukuplah menjadi sinyal penanda bahwa album perdana mereka yang (sepertinya) akan rilis tahun depan patut untuk diantisipasi.